Kapolresta Bersama Danlanal Banyuwangi Pastikan Dapur Umum Blokagung Sesuai SOP

  • Whatsapp

Kapolresta Banyuwangi Kombes.Pol.Arman Asmara bersama Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Joko Setiyono inspekasi dapur umum Tegalsari, Selasa malam (1/9/2020).

KABAR RAKYAT -Nyinyiran di grup whatsapp dan medsos tentang menu masakan dapur umum penanganan COVID-19 di karantina klaster Ponpes diBanyuwangi, Jawa Timur, mendapat tanggapan serius. Untuk memastikan dapur umum di Desa Blokagung, Kecamatan Tegalsari itu Kapolresta beraama Danlanal Banyuwangi melakukan inspeksi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes.Pol. Arman Asmara Syarifuddin bersama Danlanal Banyuwangi  Letkol Laut (P) Joko Setiyono, melakukan inspeksi di dapur umum untuk  melayani pasien covid -19 di Ponpes terbesar di Banyuwangi itu, Selasa malam (1/9/2020). Kedua pejabat itu ingin memastikan dapur umum yang didirikan benar-benar bekerja untuk menyajikan makanan bergizi bagi para santri yang dikarantina. Inspeksi Kapolresta Banyuwangi bersama Danlanl  Banyuwangi itu didampingi Plt.Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi H. Abdul  Kadir.

“ Semalam kami mengecek dapur umum untuk klaster Ponpes di Tegalsari,
semuanya sesuai dengan standar gizi. Kami juga memastikan pasokan
bahan makanan tercukupi dengan baik. Dan semua petugas dapur juga
mengedepankan protokol kesehatan. Keperluan dapur umum sudah
mengunakan standar operasional prosedur (SOP).  Apa yang tersiar di
media sosial itu hoax,” tegas Kapolresta Kombes.Pol.Arman Asmara
Syarifuddin,S.H,S.I.K, M.H, Rabu (2/9/2020).

Kapolresta Banyuwangi menghimbau agar masyarakat tidak membuat kegaduhan terkait upaya pemerintah menangani covid -19.

” Masyarakat harus bersinergi dengan pemerintah dalam percepatan penanagan covid -19.  Proses karantina di Tegalsari ini harus ditaati semua pihak tanpa kecuali. Semuanya ditangani secara profesional dan terukur. TNI bersama Polri akan mengamankan proses karantina ini,” tandas Kombes.Pol.Arman Asmara Syarifuddin.

Sebelumnya, Nyinyiran dari orang tidak bertanggungjawab itu, mengunggah
molor jam makan hingga menu masakan dapur umum hanya nasi dan mie dan disebar luaskan di media sosial. Sindaran dari pihak yang sengaja mengacaukan situasi proses karantina di klaster pondok pesantren terbesar di
Banyuwangi langsung dapat tanggapan dari pihak Plt Kepala Pelaksana
BPBD Banyuwangi, H. Abdul Kadir.

Sebagiamana diketahui, Gugus tugas Covid -19 Banyuwangi mendirikan
dapur umum untuk penanganan klaster pondok pesantren di Banyuwangi.
Dapur umum ini menyediakan 18.000 porsi makanan untuk kebutuhan santri
pondok pesantren selama masa karantina 14 hari. Alokasi anggaran Rp 3 miliar khusus untuk kebutuhan logistik dapur umum.

“Mulai Kamis besok, ada pemilahan dapur. Sebelumnya kan hanya Pemkab
Banyuwangi dan Pemprov Jatim bersama Polresta. Mulai Kamis, 3000 porsi disiapkan TNI, 1500 porsi dari Pemprov Jatim, dan 1500 porsi dari
Pemkab Banyuwangi,” jelas Plh BPBD Banyuwangi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *