5 Pemuda Berurusan Polisi, Mengaku Korban Pengeroyokan Warga di Tugu Pancasila

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – 5 orang pemuda harus berurusan dengan Polsek Purwoharjo, Banyuwangi. Lantaran pengaduannya atas dugaan pengeroyokan yang dilakukan sejumlah warga Desa Glagah Agung Kecamatan Purwoharjo.

Kasus ini telah dilaporkan pada tanggal 7 Mei 2020. Sedangkan kejadian pada tanggal 2 Mei 2020, malam. Namun, kasus ini tiba-tiba ramai di media online.

Keributan itu, dipicu dari 5 pemuda dengan mambawa sound sistym atau alat pengeras suara menyiarkan saur puasa, pada dini hari.

Kapolsek Purwoharjo AKP Endro Abrianto melalui Kanit Reskrim Ipda Agus Suhartono dikonfirmasi mengatakan selama marak pandemi Covid-19.

Masyarakat tidak boleh bergerombol apa lagi  membawa Sound System yang dibunyikan suara keras dengan cara keliling kampung.

5 pemuda itu, jelas Ipda Agus Suhartono, identitasnya inisal C, K, Z, H dan W. Mereka tercatat sebagai warga Dusun Plosorejo Desa  Kaliploso Kecamatan Cluring.

Tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pengeroyokan berada di Jalan raya tugu Pancasila masuk Dusun  Jatiluhur Desa  Glagahagung Kecamatan Purwoharjo.

“Benar kejadian, pada saat itu tanggal 2 Mei 2020 sekira jam malam hari. Baru diadukan ke Polsek Purwoharjo pada tanggal  7 Mei 2020,” jelas Ipda Agus Suhartono, 20 Mei 2020.

Kronologis berdasarkan saksi, jelas Ipda Agus Suhartono, tanggal 2 Mei 2020 malam hari, 5 pemuda ini membawa kendaraan bermuatan  Sound System. Tujuannya membangunkan orang sahur di wilayah  Dusun  Jatirejo Desa  Glgahagung, Kecamatan Purwoharjo.

Karena suara sound sistyem kencang, sejumlah masyarakat dan pemuda Desa  Glagahagung tidak berkenan dan merasa terganggu.

Sekitar TKP, di dekat Tugu Pancasila, kegiatan 5 pemuda ini dihentikan oleh warga Desa  Glgahagung. Cekcok mulut terjadi hingga terjadi perkelahian dan pengeroyokan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *