Banyuwangi Andalkan Sistem Data Smart Kampung untuk Bansos Covid-19

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Program Smart kampung memberikan banyak kemudahan dalam penanganan Covid-19, termasuk dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos).

Smart Kampung, karena aparat desa sudah familiar dengan program ini. Kades sudah terbiasa melakukan pelayanan publik berbasis teknologi informasi.

Maka program-program penanganan Covid-19 ini pun kami integrasikan ke Smart Kampung, mulai rumah isolasi, pemantauan pendatang, hingga penerima bansos, ujar Bupati Azwar Anas, Kamis (7/5/2020).

Semua bantuan, pusat, provinsi dan kabupaten melalui sistem Smart Kampung yang mengintegrasikan semua penerima bantuan.

Mulai penerima PKH, BPNT, Bansos Tunai Kemensos, BLT Dana Desa, program Pemprov Jatim, jaring pengaman APBD Banyuwangi, paket nutrisi ibu hamil-menyusui, hingga program gotong royong ASN Peduli dan sebagainya.

“Semua data sumbernya dari desa, yang di-input di sistem untuk diolah sesuai kluster bantuan.

sudah lengkap by name by address by NIK. Sistemnya sudah diatur nama itu akan ditolak jika sudah masuk PKH yang ada komponen ibu hamilnya, tapi tidak akan menolak jika masuk di KK penerima paket sembako APBD

Demikian pula data penerima lain yang tidak boleh menjadi penerima ganda. Misalnya, penerima PKH akan langsung tertolak jika dimasukkan ke kluster penerima Bansos Tunai Kemensos.

ft. Istimewa

Smart Kampung ini, semua data warga miskin di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sebesar 193.000 KK sudah dibagi habis dengan program keroyokan pusat, provinsi, dan kabupaten, bahkan kuotanya berlebih

Salah seorang Kepala Desa, Untung dari Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, mengatakan, proses lembur finalisasi pendataan bersama Badan Permusyawaratan Desa dan RT/RW dimudahkan dengan sistem Smart Kampung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *