Banyuwangi Menggelar Festival Pangan Non Beras 

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Pangan Non Beras (Fepanora), guna meningkatkan ketahanan pangan saat krisis ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19.

Kegiatan festival ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bareng Tim Penggerak PKK Banyuwangi bertempat di Agro Wisata Tamansuruh (AWT), Kecamatan Glagah, (27/8).

Panitia membatas pengunjung dan melakukan pengawasan ketat dengan mentaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Baca: Pembangunan Jembatan Kebun Kalirejo Glenmore di Mulai Lagi

Berbagai makanan dan kudapan difestivalkan yang bahan dasarnya berasal dari tanaman pangan budidaya warga setempat.

Berbagai makanan unik non beras tersedia. Pancake singkong, sirop kelir, Nasi talabi (talas, labu kuning, ubi ungu), Rendang bunga turi, Gadung isi durian. Sesuai dengan tema yang diambil “Kenyang Tak Harus dengan Beras”.

Baca: 200 Guru Paud Ikuti Kelas Online Pembuatan Video Pembelajaran

“Ini adalah bagian dari program peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan bagi warga. Kami ingin masa pandemi ini menjadi momen bagi kita untuk mulai membiasakan makan makanan sehat. Tidak hanya nasi dan tepung terigu, tapi ada bahan pokok lain yang bila diolah rasanya juga enak,” cetus Bupati Abdullah Azwar Anas saat membuka acara.

Menurut Anas, apa yang dilakukan Banyuwangi ini juga sebagai upaya membentuk budaya baru untuk mengolah bahan pangan lain.

“Kami melibatkan ibu-ibu dari desa untuk memicu daya inovasi mereka bagaimana mengolah umbi-umbian dan tanaman yang ada di sekitar mereka,” kata Anas.

Baca: Gubernur Khofifah : Rekonsiliasi BLT Dana Desa Dan PKH

Festival Pangan Non Beras tersebut menyajikan aneka kreasi olahan makanan berbahan dasar non beras yang sangat menarik dan beragam.

Seperti menu Fettucini, makanan khas Italia yang terbuat dari tepung mokaf yang berbahan dasar singkong. Juga ada singkong rol berisi sayuran, kue tart berbahan dasar ubi ungu, hingga kentang panggang dan bola-bola pisang. Tidak ketinggalan menu mie goreng, yang terbuat dari umbi ganyong.

Juga ada Brownis yang terbuat dari tepung kacang Koro Pedang yang disajikan ibu-ibu PKK dari Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo.

Baca: Buka Seminar Penanggulangan Kebencanaan Jatim, Ini Pesan Sekdaprov Heru

Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan, menjelaskan Festival Pangan Non Beras melombakan kreasi makanan non beras yang diikuti 110 peserta.

Yang terdiri dari kader PKK, pelaku usaha kuliner hingga warga umum se kabupaten. Proses seleksi awal dilakukan lewat video yang dikirimkan peserta.

“Kami menerapkan protokol kesehatan sejak awal. Jadi seleksi dilakukan lewat video yang berisi proses memasak hingga penyajian. Lalu kami menyaring yang terbaik untuk ditampilkan di Festival,” terang Arief.

Baca: Roadshow Vario Satu Hati Kampung Tangguh Jawa Timur

Arief mengaku sengaja menggelar acara di AWT karena lokasinya alami dan berlimpah udara segar.

“Sesuai kaidah kesehatan, karena tempatnya outdoor sehingga pengunjung dan peserta bisa diatur jaraknya,” ujar Arief.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, upaya peningkatan ketahanan pangan warga menjadi salah satu program PKK bersama dengan pemkab.

Baca: Gubernur Khofifah Bersama Penyintas Covid-19 Bersepeda Sambil Berbagi Masker

PKK ingin lebih mengenalkan aneka olahan makanan yang bisa dibuat dengan bahan pangan selain beras tersebut. Selain lebih murah karena bahan mudah didapat, bahan pangan alternatif memiliki kandungan gizi yang lebih beragam.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *