Dalang Osing dengan Wayang Bambu Tradisi Baru Ruwatan di Desa Gintangan

  • Whatsapp

Gintangan Gudang Pengrajin Bambu di Banyuwangi

KABAR RAKYAT – Masyarakat Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi menggelar seni budaya baru, Pagelaran Wayang Bambu. Sebagai media untuk meruwat atau bersih desa yang digelar setiap bulan Suro.

Biasanya tradisi bersih desa Gintangan, di kantor Balai Desa Gintangan digelar kegiatan istighosah dan pengajian oleh Tokoh Ulama serta tokoh adat setempat.

Tidak meninggalkan ciri khasnya desa setempat, kegiatan selamatan bersih desa tetap dilakukan warga makan-makan bersama di halaman warga masing-masing dengan serentak.

Baca: Bupati Anas Titipkan Arsitektur Budaya Sejarah Pantai Boom ke Pelindo III

Bedanya, tahun 2020 ini, panitia ruwatan Bersih Desa Gintangan melaksanakan Pagelaran Wayang Bambu atau wayang terbuat dari anyaman bambu. Yang menarik, Dalang wayang bambu ini, menggunakan penyampaian bahasa Osing, bukan dengan bahasa jawa pada umumnya.

Tapi, untuk tokoh pewayangan dari anyaman bambu tetap pada pakem tokoh pewayangan aslinya. Seperti Semar, Petruk, Gareng dan lainya. Namun sang dalang osing, tidak mengguankan logat jawa pada umumnya, melainkan menggunakan penghantar bahasa Osing yang merupakan bahasa adat lokal suku Osing Banyuwangi.

Gamelan Wayang Bambu asal Gintangan Banyuwangi.

Inisiator Wayang Bambu ini, dari Ketua Sanggar Wayang ‘Prapat Wetan’ dari Desa Gintangan bernama Syukron Makmur. “Pagelaran Wayang Bambu ini baru perdana digelar, momentumnya acara bersih desa tahun 2020,” ungkap Sukron Makmur disela persiapan pagelaran.

”Kegiatan tetap dengan aturan adat istiadat yang berlaku di desa kami. Ada selametan makan di jalanan depan rumah warga masing-masing hingga napak tilas di situs Wong Agung Wilis tetap kami laksanakan,” ungkap Sukron Makmur, Dalang Wayang Bambu pada Kabar Rakyat, Sabtu (29/8).

Desa Gintangan sudah lama dikenal sebagai tempat pengrajin bambu. Sentuhan tangan terampil dari warga Desa Gintangan sudah tidak asing bagi pelakon wisata atau traveler yang sering datang ke Banyuwangi.

Kreasi Wayang Bambu ditampilkan dengan menggunakan media bambu yang di anyam langsung oleh Kang Syukron sapaan akrab Dalang dari Sanggar ‘Prapat Wetan’.

Baca: Kapolresta Banyuwangi Gagas Songgon Coffee Camp untuk Pemulihan Ekonomi Mikro

Sementara Kepala Desa Gintangan, Hardiyono dalam sambuta acara bersih desa itu, mengatakan bahwa masyarakat Gintangan memang ahli dikerajinan bambu. Kreativitas masyarakat makin beragam kreasi Wayang dari anyaman Bambu ini dipersembahkan sebagai maha karya.

“Saya ikut bangga, warga kami bisa mempersembahkan kemampuannya dalam kegiatan ruwatan bersih desa tahun ini. Mari kita jaga budaya kreasi asli Gintangan karya Syukron Makmur dkk, agar dikenal di Nusantara bahkan Dunia,” ungkap Hardiyono Kepala Desa Gintangan.

Pagelaran Wayang Bambu guna ruwatan bersih Desa Gintangan, dihadiri jajaran Forpimka dan perwakilan Forpimda Kabupaten Banyuwangi. Tampak juga dari jajaran Dewan Kesenian Banyuwangi (DKB), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Blimbingsari.

Wayang Bambu asli Gintangan Banyuwangi

Diawali penampilan Tari Sanggar Rangga Mustika Buang alias Ki Ronggo Sukoco dengan bawakan lakon Raden Komusala Golet Pangan. Pagelaran ruwatan dengan Wayang Bambu, di mulai pagi, jam 09.00 wib sampai dengan 12.00 wib.

Pagelaran terbatas mengikuti himbauan pemerintah dengan pembatasan waktu masa COVID-19 dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

 Baca: MPM Honda Jatim Adakan Kontes Regional Guru SMK TBSM Melalui Virtual

Hal ini tidak mengurangi nilai sakral dan antusias warga Desa Gintangan yang menjadi kebanggaan menyaksikan langsung hasil karya wayang berbahan bambu dengan nilai seni tinggo. Tanpa mengurangi wayang kulit pada umumnya.

Selain ruwatan bersih desa. Kegiatan pagelaran Wayang Bambu ini juga untuk merayakan HUT RI Ke-75 Tahun 2020.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *