Di Masa Pandemi Covid-19 Tagihan Listrik Justru Naik Hampir Dua Kali Lipat

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Kebijakan PT PLN Persero dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid-19 dengan meniadakan catat meter ternyata menimbulkan persoalan baru. Belakangan ini, keluhan masyarakat akan kenaikan tagihan listrik sejak pandemi Covid-19 kian viral saja.

Padahal, sejak mewabahnya pandemi Covid-19 ini, PT PLN Persero telah mengatakan tidak akan menaikkan tarif listrik kepada seluruh pelanggannya. Bahkan telah menggratiskan pelanggan golongan tertentu.

Sayangnya, kebijakan PT PLN dengan meniadakan catat meter ke pelanggan itu justru membuat tagihan rekening listrik menjadi kacau. Banyak pelanggan yang kecewa karena tagihannya menjadi naik drastis.

Salah satunya adalah tagihan listrik di Radio Habibullah FM Banyuwangi. Tagihan yang biasanya hanya berkisar Rp 6,5 jutaan tiba-tiba di bulan Mei ini tagihannya bengkak menjadi Rp 8,7 jutaan.

“Tentu saja saya terkejut kok bisa sampai segini tagihannya,” ungkap Manager Radio Habibullah FM, Herdy Heriyanto kepada KabarRakyat.Id, Senin (4/5/2020).

Guna memastikan hal tu, sekitar Pukul 11.00 WIB, Herdy mendatangi Kantor PLN untuk menanyakan tentang kenaikan tagihan listrik di radionya yang melonjak itu. Padahal penggunaannya biasa-biasa saja.

“Sayangnya, saat hal ini saya konfirmasikan ke PLN, justru jawabannya tidak memuaskan. PLN berdalih bahwa itu bukan kesalahan pihaknya, bahkan justru menuduh kami yang menggunakan listrik berlebihan. Padahal kami menggunakan listrik biasa-biasa saja,” keluhnya.

Atas hal tersebut, pihaknya berencana akan mengadukan hal itu ke DPRD Banyuwangi. Karena ia berkeyakinan bahwa tak hanya pihaknya saja yang mengeluhkan kenaikan rekening listrik itu, tapi mereka tidak punya keberanian untuk melapor.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *