DPRD akan Perjuangkan Aspirasi Kades yang Menolak ADD Dipangkas

  • Whatsapp

Kabar Rakyat – DPRD Kabupaten Banyuwangi akan memperjuangkan aspirasi, Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) yang menolak Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Banyuwangi tahun 2020  dipangkas.

“ ASKAB menolak ADD tahun ini dipangkas, aspirasi mereka akan segera kita komunikasikan dengan eksekutif, “ ucap Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara saat dikonfirmasi Kabar Rakyat, Selasa (28/04/2020).

Made Cahyana mengatakan, rapat koordinasi yang digelar pihaknya bertujuan membantu pemerintah daerah untuk segera menyalurkan bantuan sosial dampak ekonomi penyebaran virus covid-19.

Sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.

“ Kita berkeinginan bantuan sosial dampak covid-19 baik dari pemerintah pusat maupun kabupaten segera tersalurkan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya ,“ ucapnya.

Ada beberapa poin yang harus menjadi perhatian, diantaranya validasi data penerima bantuan sosial, data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa merupakan hasil dari pendataan yang di musyawarahkan di tingkat desa.

Dan hasilnya dilaporkan kepada pemerintah daerah. Hal tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi.

“ Siapa yang berhak menerima BLT-DD itu kuncinya ada di musyawarah desa, kita meminta pemerintah daerah melalui DPM-PD, Diskominfo untuk memfasilitasi apabila hasil Musdes itu terkendala sistem atau lainnya , “ ucap Made Cahyana.

Selain hal tersebut, DPRD juga sepakat terhadap aspirasi yang disampaikan oleh ASKAB, yakni menolak alokasi dana desa dikurangi untuk penanganan dampak ekonomi penyebaran covid-19.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *