Dua Pekerja Migran Malaysia Illegal dari Banyuwangi Dirapid Test

  • Whatsapp

Kabar Rakyat – Dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diduga illegal dipulangkan dari Malaysia sudah tiba di Banyuwangi. Sesuai protokol kesehatan cegah Covid-19, mereka langsung dirapid test di kantor Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi, timur DPRD BAnyuwangi, Jum’at malam 17 April.

Mereka adalah satu perempuan dan laki-laki, asal Kecamatan Tegalsari dan Kecamatan Muncar. Kedatangan mereka petugas berhazmat dan langsung diukur suhu tubuh dengan thermo gun kemudian di rapid test.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Banyuwangi Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada wartawan mengatakan kedua PMI ini merupakan tenaga kerja migran yang dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia lantaran tak memiliki kelengkapan surat (ilegal).

Mereka dipulangkan melalui Jakarta dan kemudian dipulangkan ke Surabaya. Selanjutnya, mereka langsung dipulangkan ke Banyuwangi.

Hasil rapid test, kata Arman, kedua PMI tersebut negatif. Oleh karena itu, mereka langsung dipulangkan ke desa masing-masing untuk kemudian menjalani isolasi mandiri.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi, Mohammad Iqbal mengatakan pemerintah Malaysia mendeportasi 6 orang WNI. Dua diantaranya adalah warga Banyuwangi. Data diterima, sejak Januari sebanyak 29 PMI asal Banyuwangi yang dipulangkan.

Kedatangan PMI asal Indonesia akan terus berlanjut. Pihaknya akan membantu pemulangan mereka hingga sampai rumah masing-masing. Namun mereka wajib melakukan isolasi mandiri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *