Empat Laporan, Pesawat Terbang BIFA Tabrak Layang-Layang

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT  – Lembaga penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan Indonesia atau  Airnav Indonesia cabang Banyuwangi mendapat laporan mengenai kasus pesawat menabrak layang-layang atau Layangan di wilayah udara Bumi Blambangan.

Tercatat ada 4 kasus benang layang – layang yang dilaporkan menyangkut di badan pesawat milik lembaga penerbangan di Banyuwangi.

“Sejauh ini masih pesawat yang kecil sih, dari sekolah penerbangan BIFA (Bali Internasional Flight Academy) maupun API (Akademi Penerbang Indonesia). Dan sementara ini ada sekitar 4 laporan masuk. Ini masih laporan yang sudah dilaporkan secara resmi loh ya,” ucap Suri Fikriansyah, Kepala AirNav Indonesia Cabang Banyuwangi kepada Awak Media, Senin (31/8/2020).

Dijelaskan Suri, tersangkutnya benang di badan pesawat ini dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. Jika benang tersebut melilit baling-baling pesawat, akan menyebabkan matinya mesin, dan juga berpotensi mengalami kebakaran karena mesin yang macet.

“Pasti bahaya, kalau melilit mesin bisa mati mendadak, baling-baling kan jadi tidak bergerak. Bisa jatuh pesawat ini. Mesinnya kan cuman satu,” ucapnya.

Untuk mencegah potensi kecelakaan selama proses penerbangan, selanjutnya AirNav akan melakukan sosialisasi langsung di sejumlah tempat. Terutama di daerah yang digunakan sebagai wilayah udara penerbangan.

“Kita mungkin besok akan dilakukan sosialisasi bersama dari rekan-rekan bandara. Untuk yang di sekitar bandara sudah kita bersama dengan pihak keamanan, seperti Polri dan TNI,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Sub Bagian Fasilitas Pendidikan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, Suherman menyebutkan ukuran benang yang melilit pesawat terbilang cukup besar.

Beruntung, tidak sampai membuat kegagalan mesin saat penerbangan.

“Pesawat kita terkena benang layang – layang. Benangnya besar, mirip senar pancing yang besar itu, ketarik di pesawat. Dan ada bagian sayap yang robek akibatnya. Untungnya tidak begitu fatal,” ucap Suherman.

Lebih parahnya, ada kecelakaan benang layang – layang yang menyangkut leher salah satu pegawai API saat perjalanan pulang.

“Di lokasi kantor itu ada layang – layang putus. Pegawai itu waktu lewat tiba – tiba terjerat lehernya. Terjatuh dan masuk parit. Ada luka bekas sayatan di leher. Saat itu juga dilarikan di rumah sakit dan mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Eksekutif General Manager Bandara Banyuwangi, Cin Asmoro juga menambahkan, layang – layang yang diterbangkan disekitar bandara tentunya sangat membahayakan.

Terkait perihal keselamatan tersebut telah diatur kedalam UU Penerbangan yakni Undang-Undang penerbangan No.1 Tahun 2009 Pasal 421 ayat 2. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, pelanggaran dapat terancam pidana penjara selama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Layang-layang yang diterbangkan disekitar bandara tentunya akan menggangu pesawat yang hendak mendarat atau mengudara,” ucap Cin Asmoro.***

Selain mengganggu kinerja pesawat juga sangat beresiko dengan keselamatan para penumpang di dalam pesawat. Untuk itu, pihak bandara sendiri telah melakukan penertiban agar masyarakat tidak menerbangkan layang-layang terlalu tinggi yang diterbangkan di kawasan bandara.

“Kalau di area bandara sendiri sejauh ini kita sudah rutin lakukan sosialisasi terkait bahaya layang-layang di area bandar. Namun untuk diluar wilayah tersebut, kita memerlukan dukungan dan tindakan dari stakeholder terkait,” pungkasnya.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *