Gara-gara Covid-19, Usaha Radio di Banyuwangi Terancam Gulung Tikar

  • Whatsapp

Kabar Rakyat – Dampak mewabahnya pandemi Covid-19 terus dirasakan masyarakat. Tak hanya keselamatan jiwa yang terancam, sektor ekonomipun menjadi terpuruk karenanya.

Tidak sedikit karyawan yang harus dirumahkan dan kehilangan pekerjaan akibat virus yang telah menelan banyak korban jiwa itu.

Kali ini, industri radio di Banyuwangi pun juga merasakan hal yang sama. Bahkan, radio-radio di Banyuwangi terancam akan gulung tikar karena terus menurunnya pendapatan.

Hal itu disampaikan Pengelola Radio Suara Habibullah FM Banyuwangi, Herdy Heriyanto. Menurut pria yang biasa disapa Herdy itu, dampak Covid-19 itu mulai dirasakan radio yang dikelolanya sejak awal April 2020.

Apalagi sejak diberlakukannya social distancing dan physical distancing oleh pemerintah, banyak kliennya yang mengeluh dengan omset usahanya yang menurun drastis. Akibatnya, banyak kliennya yang membatalkan kontrak yang sudah disepakati.

“Ada juga yang iklannya minta diturunkan di tengah jalan. Karena tidak lagi mampu membayar iklannya. Hal itu tentu sangat berpengaruh pada income radio yang sebagian besar didapatnya dari iklan,” kata Herdy kepada KabarRakyat.Id.

Jika kondisi seperti itu terus berlarut-larut, lanjut pria yang juga Ketua JRSB (Jaringan Radio Siaran Banyuwangi) itu, tidak menutup kemungkinan akan banyak radio di Banyuwangi yang gulung tikar.

Sebab operasional per bulan yang harus dikeluarkan sangat besar. Seperti, gaji karyawan, listrik, operasional harian, dan pajak.

“Belum lagi pembayaran ISR (Izin Stasiun Radio), IPP (Izin Penyelenggaraan Penyiaran), dan kewajiban-kewajiban kami yang lain seperti BPJS Ketenagakerjaan, dan lainnya,” keluh Herdy.

Dijelaskannya, industri radio itu bukanlah usaha menengah atas. Karena untuk mendapatkan iklan, tidaklah semudah yang dibayangkan. Pada kondisi normal sebelum munculnya pandemi corona itu saja susah, apalagi seperti kondisi sekarang sejak munculnya pandemi Covid-19.

Untuk itu, JRSB meminta kepada pemerintah yang saat ini tengah gencar mengatasi ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan menggelontorkan anggaran triliunan rupiah agar ikut memperhatikan nasib radio-radio.

Karena yang terdampak virus Covid-19 itu bukan hanya masyarakat bawah saja, tapi semua sektor.

“Termasuk kami ini, awak radio juga ikut merasakan dampaknya. Kami industri radio juga berharap kepada pemerintah, mohon bantu kami. Kami tidak meminta bantuan secara cuma-cuma,

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *