Gumukcandi Coffee Siap Manja Diri Penikmat Kopi Dunia

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Wedang kopi merupakan minuman sehari-harian masyarakat Indonesia. Minum kopi di jam tertentu misal pagi menjadi wajib bagi para maniak kopi. Usia penikmat minum kopi tidak terbatas tua atau muda.

Sampai muncul istilah, makan boleh apa saja minum pembuka tetap kopi hitam. Ungkap itu terbawa oleh para pecinta minum kopi. Istilah lain, tongkrongan boleh di mana saja yang penting ada minuman kopi robusta.

Baca: Melihat Wisata Pinus Songgon Dimasa Pandemi COVID-19

Wartawan Kabar Rakyat mencoba telisik kawasan perkebunan kopi di Kecamatan Songgon, Banyuwangi yang memiliki berbagai jenis varian kopi merupakan komoditas andalan potensi ekonomi cukup tinggi.

[the_ad id=”29596″]

Antara lain wilayah asri nan hijau (green) di Dusun Gumuk Candi, Desa/Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Terkenal sebagai kawasan kebun rakyat penghasil kopi berbagai varietas.

Penopang hidup masyarakat Gumuk Candi adalah mayoritas petani kopi yang berlangsung turun temurun sejak nenek moyang mereka.

Baca: Camat Songgon Sosialisasi New Normal Pelaku Ekonomi Wisata

Tiga varietas kopi yang ditanam petani kebun kopi Gumuk Candi, yakni kopi Robusta, Arabika dan jenis Excelsa (istilah petani setempat Kopi Gede). Sedang untuk jenis Kopi Arabika di Gumuk Candi sedikit sekali berkembang.

Edi Prayitno, Ketua Komunitas Bolokopi

Lihat potensi daerah tersebut, maka seorang pemuda pelopor desa bernama Edi Prayitno membentuk perkumpulan pemuda komunitas peduli kopi dengan nama ‘Komunitas Bolokopi’.

Baca: Guide Wisata Beralih Jadi Peternak Kelinci Pasca Destinasi Ditutup Karena Corona

“Jika di daerah lain yang tidak memiliki kebun kopi bisa memproduksi kopi. Maka seharusnya kita (pemuda Gumuk Candi) lebih bisa dari mereka,” tegas Cak Iyet sapaan akrab Edi Prayitno, Ketua Komunitas Bolokopi.

Kebun kopi rakyat di Dusun Gumuk Candi, Desa Songgon.

Ingin tahu kegiatan Komunitas Bolokopi?

[the_ad id=”29596″]

Komunitas Bolokopi telah produksi kopi mulai dari budidaya, pemanenan, pemilihan biji kopi (shortir), pengeringan, penggorengan (roasting), sampai proses pengemasan (packaging).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *