HKTI Banyuwangi Siapkan Program Penguatan Modal Petani Kopi 

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Banyuwangi siapkan program pendampingan untuk penguatan modal petani dalam usaha mensusksekan program pemerintah Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di tingkat kecamatan.

Niatan ini disampaikan Ketua HKTI Banyuwangi Sonny Agus Setiawan di hadapan petani kopi di kecamatan Songgon, Sabtu malam (22/8/2020).

Ajang ‘Songgon Caffee Camp Batch #1 Tahun 2020’ di helatkan di Green Gumuk Candi (GGC) Kecamatan Songgo, Kabupaten, Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi moment pemulihan ekonomi tingkat local.

Baca: Kapolresta Banyuwangi Gagas Songgon Coffee Camp untuk Pemulihan Ekonomi Mikro

Acara yang digagas Kapolresta Banyuwangi bersama UMKM Songgon menjadi arena diskusi perkopian. Selain membahas soal produksi dan marketing kopi, hal yang tak kalah urgensinya terkait permodalan petani.

Ketua HKTI Banyuwangi Sonny Agus Setiawan yang diudang dalam Gesah (bicara) persoalan petani kopi di Songgon saat masa pandemic COVID-19 mengaku sangat respek dan ikut terinspirasi mencarikan solusi dalam penguatan petani.

Dihadapan petani kopi, UMKM Kecamatan Songgon, Sonny, mengatakan kesediaanya sama-sama memberikan kontribusi dalam penguatan ekonomi pedesaan.

Ketua HKT Banyuwangi memberi bantuan pelindung wajah guna cegah Corona.

Melihat kondisi pandemic yang tidak kunjung berakhir, ketua KHTI Banyuwangi memiliki tanggungjawab bersama dalam usaha pemulihan ekonomi. Salah satu yang paling dibutuhkan petani adalah sector pemodalan.

Baca: Industri Manufaktur dan UMKM Andalan Pemulihan Ekonomi di Jawa Timur

“Jujur agenda Songgon Coffee camp sebuah gagasan solutif dalam usaha percepatan pemulihan ekonomi. Hari ini merupakan moment terbaik untuk saling bertukar pikiran dan saling memberikan dukungan khusus bagi petani kopi dan UMKM,” jeals Ketua HKTI Banyuwangi itu.

Ditegaskan, bahwa HKTI Banyuwangi ikut bertanggungjawab dalam memulihkan ekonomi petani. Salah satu yang kami akan lakukan sebagai pendamping petani untuk mendapatkan modal usaha lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kami sangat memahami petani akan maju ketika dukungan modal diberikan. Nah sector pembiayaan produksi petani ini menjadi program HKTI Banyuwangi. Kami siap mendampingi petani,” Kata Sonny.

Baca: Khofifah Ajak UMKM Manfaatkan Kredit Pinjaman ke Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim

HKTI Banyuwangi memberikan ruang untuk memfasilitasi petani kopi dalam mendapatkan bantuan KUR. Dimana program KUR  ini sudah dicanangkan pemerintah pusat dengan bantuan 50 triliun. Dana sebesar itu rencananya akan di distribusikan ke kecamatan untuk memodali petani.

Menurutnya, modal usaha tani itu langsung dipergunakan sesuai keperluan petani. Baik untuk biaya pengolahan tanah, tenaga kerja atau kebutuhan paka panen sepenuhnya akan dinilai bank.

Kebutuhan pembiayaan kelompok tani satu dengan yang lain tidak sama. Pembiayaan KUR didesain sebagai ini untuk memitigasi resiko terjadinya kredit macet seperti kasus Kredit Usaha Tani di akhir tahun 1990-an.

Baca: Bupati Probolinggo Gelar Swab Massal Pastikan Pejabatnya Bebas Covid -19

Rencana di Banyuwangi menggandeng perbankan BRI. Selain menurunkan suku bunga, program KUR terbaru juga menaikan plafon KUR mikro maksimal menjadi Rp 50 juta, dari Rp 25 juta per debitur. Misalnya, untuk usaha tani padi membutuhkan biaya Rp 14 juta per hektare (ha).

KUR ini bisa menjadi stimulus untuk mendorong percepatan pertumbuhan UMKM di Tanah Air. Desain usaha pertanian akan dikelompokan dengan skema produksi hulu hingga hilir.

Mereka terkonsolidasi dalam wadah unit usaha atau korporatisasi petani sehingga tercapai skala ekonomi maka potensi nominal usaha tani yang dibiayai jauh lebih besar.

Baca: Gubernur Khofifah Sinergi Rekonsiliasi Program Kemensos dan Kemendes

“Kebetulan seminggu lalu kami diundang di Jakarta KHTI ditunjuk pemerintah sebagai pendamping petani. Kami berharap Gopoktan, kelompok tani Kopi Songgon, menyiapkan diri untuk kita fasilitasi dalam penguatan modal tersebut,” ungkap Sonny yang juga tampil sebagai narasumber di Songgon Coffee Camp di Green Gumuk Candi.

Program pendampingan petani HKTI Banyuwangi disambut baik petani kopi Songgon. Apalagi sejak Covid -19 petani menjadi bagian masyarakat yang terdampak.

Sonny juga memberikan motivasi agar petani kopi dan UMKM di Songgon saling bersinergi dalam mengolah hasil produk petani sehingga memiliki nilai tambah.

Baca: Disaksikan PCNU Banyuwangi, Pagar Nusa dan PSHT Ikrar Rukun

Sonny yakin diskusi hari ini bermanfaat dan barokah. Niatanya bagus, produksi kopi-nya OK, cintra rasa kopi disini sudah mulai dikenal public dengan baik. Tinggal bagaimana memasarkan dengan konsep yang lebih professional.

“Kopi Banyuwangi khususnya Songgon tidak kalah dengan kopi Gayo, ini perlu peningkata SDM untuk menyajikan kopi songgon lebih premium. Mari kita sama-sama memajukan produk Banyuwangi agar maju,” tandas Ketua KHTI Banyuwangi.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *