Kemenparekraf Sosialisasi Kenormalan Baru Bertajuk REBOUND BANYUWANGI

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19. Yang digelar selama dua hari di dua tempat yang berbeda, yakni Hotel Santika dan Green Watu Dodol (GWD) Banyuwangi, 12 – 13 Agustus 2020.

Kemenparekraf melalui Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur dalam sosialisasi tersebut mengambil tajuk REBOUND BANYUWANGI.

Dalam sambutannya, Kepala Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hari Sungkari menegaskan bahwa pariwasata sebagai penggerak ekonomi yang mampu menjalan multi sektor.

Baca: Museum Korps Marinir Jadi Wisata Edukasi Bagi Anak Muda

Wisata sangat perlu di gerakan kembali mengingat kegiatan usaha pariwisata memberi multi player bangkitnya ekonomi disemua sektor usaha lainya.

“Pandemi COVID-19 memberi dampak yang luar biasa dengan macetnya semua sektor ekonomi. Mulai bulan Maret sampai April sektor pariwisata terpuruk di semua negara. Bahkan ada yg menutup kunjungan wisatawan maka usaha wisata harus bangkit,” ungkap Hari Sungkari.

Disinggung kenapa memilih kegiatan sosialisasi seperti ini di banyuwangi?

“Kami sudah dilakukan kegiatan sosialusasi Kebiasaan baru masa pandemi COVID-19. Yang kedua setelah Bali, Banyuwangi wilayah yang paling siap menjalankan ini dan atas inisiatif pemerintah daerah satu-satunya wilayah kabupaten yang menerbitkan sertifikasi sehat sesuai protokol COVID-19,” jelas Deputi Hari Sungkari.

Baca: Pesan Emil Dardak Untuk Enterpreneur Di Jawa Timur

Selain itu, kata Hari Sungkar, ditopang tim gabungan gugus tugas yang secara bertahap melakukan monitoring. Ini langkah bagus dan ini yang membuat Kemenparekraf mengfokuskan kegiatan di Banyuwangi.

“Banyuwangi adalah Bali kedua menjadi prioritas Kementrian. Maka kami giat disini bertajuk “REBOUND BANYUWANGI” agar daerah lain bisa belajar ke sini,” pungkas Hari sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY.Bramuda S.Sos.MM menyampaikan, menurut Pak Hari Sungkari Kepala Deputi kementrian menyampaikan bahwa Banyuwangi menjadi prioritas kedua setelah Bali.

Rangkaian kegiatan di GWD

“Artinya para pelaku usaha wisata, pelaku dan pengelola destinasi harus lebih meningkatkan pelayanan dan penataan baru dengan memegang prinsip Healty (sehat), Clean (bersih), Safeti (aman) sebab kenormalan baru tanpa pencegahan adalah kekonyolan” ungkap Bramudya.

Kemenparekraf banyak menggelontorkan program di Banyuwangi, karena soliditas pelaku wisata dan pemerintah daerah sejak dibukanya 10 destinasi wisata yang telah lolos sertifikasi dan secara grafik telah menunjukan angka positif kunjungan wisatawan.

Baca: Polres Kukar Beri Hak Pendidikan Tiga Pelajar SMA Terlibat Perampokan Bersenjata

“Ini bukti kerjasama antara Banyuwangi Dan Pusat, hari ini baru langkah awal Kementrian menggelar programnya di Banyuwangi, dan program yang lain berkesinambungan akan kami bangun kerjasama kuat dengan kementerian pariwisata,” jelasnya.

“Harapannya pelaku wisata mampu mengambil programnya sehingga Banyuwangi segera pulih kembali kegiatan wisata dan ekonominya,” pungkasnya.

Pelaku usaha wisata Banyuwangi juga menerima sejumlah paralatan khusus dari Kemenparekraf.  Bahkan secara simbolis masing-masing menerima Peralatan Fasilitas penunjang layanan kenormalan baru.

Seperti, fachiel, APD, masker, wastafel portable,dan lainnya kepada destinasi Pulau Merah, GWD, Agro Wisata Tamansuruh, dan diakhiri gotong royong kerjabakti bersih bersih destinasi Green Watu Dodol.****

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *