Komunitas Jasa Sound System Banyuwangi Mengadu ke Bupati

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Usaha hiburan mati suri. Itu dirasakan pengusaha atau pelaku seni yang hampir 4 bulan sejak pertengahan Maret 2020 pelarangan oleh pemerintah atas kegiatan event hiburan berhenti total di tengah pandemi Covid-19.

Mau tidak mau imbas pandemi covid-19 sangat berdampak siapapun. Salah satunya pengusaha sound system yang notabene pengguna jasa adalah Event Organizer ataupun orang punya hajat dan sejenisnya.

Baca: HUT Bhayangkara ke-74 Polsek Songgon Sosialisasi Masker di Masa Covid-19

Hal ini mendorong pengusaha sound system yang tergabung dalam, Banyuwangi Sound System Komunitas (BSSK) dengan Nomor Badan Hukum: AHU-0003266.AH.01.07.TH.2017.

Dengan alamat di Dusun Mulyosari Desa Bunder, Kabat, Banyuwangi, berkirim surat kepada Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas, pada Senin 22 Maret 2020.

Leladi Prima, pengurus BSSK mengatakan surat organisasinya sudah diantar ke kantor Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melalui sekretariat daerah diterima Ibu Hani.

Baca: Pemerintah Trenggalek Borong Juara Lomba Inovasi Tatanan Baru Nasional

Dalam isi surat, kata Leladi, pengurus dan anggota BSSK memohon kebijakan kelonggaran peraturan daerah terkait usaha rental sound system, kegiatan kesinian atau event hiburan.

Ketua BSSK Sugiyono mengatakan bahwa surat ini punya tujuan sebagai bentuk masukan agar Bupati menggunakan kebijakan kelonggaran khusus usaha sound system dan hiburan.

Foto. Istimewa

“Anggota kami 57 pengusaha rental Banyuwangi dari seluruh Banyuwangi sangat terdampak keras wabah Covid-19. Saat ini usaha macet total selama hampir 4 bulan,” paparnya.

[the_ad id=”29596″]

Dari seluruh pengusaha sound sytem tentu jumlahnya ada ratusan anggota yang di luar anggota BSSK mengalami nasib yang sama. Seperti pegawai sound system.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *