Mahasiswa UNTAG Banyuwangi Dibekali Ilmu Jurnalistik dan Paham UU ITE

  • Whatsapp

KabarRakyat – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi mengadakan pelatihan jurnalistik tingkat dasar guna meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang penulisan, baik karya ilmiah maupun artikel di media massa.

Tak hanya itu, mahasiswa yang mengikuti pelatihan tersebut juga dibekali pengetahuan tentang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kegiatan pelatihan jurnalistik dan sosialisasi UU ITE itu berlangsung di Ruang Pertemuan Rektorat Untag Banyuwangi pada Sabtu (14/3/2020), dibuka langsung oleh Rektor Untag Banyuwangi Andang Subahariyanto, M. Hum.

Menurut Andang, dengan kemajuan di bidang teknologi informasi, tuntutan untuk mampu menulis yang benar dan berkaidah jurnalistik sangat diperlukan, sebab tulisan yang dibuat mahasiswa dituntut mampu memberikan akurasi serta menarik untuk dibaca.

“Kami harap mahasiswa harus bisa menulis hal yang positif, konstruktif, sesuai data dan fakta, tidak hoax. Sehingga dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Andang dalam sambutannya.

Agar mahasiswa mampu menciptakan hasil karya yang berbobot, Untag Banyuwangi menghadirkan Husnu Mufid, salah seorang jurnalis senior yang saat ini menjabat sebagai Redpel Tabloid Posmo Group Jawa Pos, Pemred Menara Madinah.com, Owner Penerbit Menara Madinah Books.

Untuk bisa menghasilkan karya jurnalistik yang baik dan benar, kata Husnu Mufid, penulis harus berpedoman pada kode etik jurnalistik yakni 5W+1H. Penulis juga harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), termasuk penggunaan tanda baca.

Saat ini, menurut Husnu Mufid, muncul tren baru sering dikenal sebagai citizen journalism atau dikenal dengan jurnalis warga mempunyai peran aktif  dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita serta informasi yang dimiliki.

Berbicara tentang kegiatan citizen journalism, kata Husnu Mufid, tentu tidak bisa lepas dari etika jurnalistik. Hal ini berkaitan dengan keberadaan citizen journalism yang bersifat terbuka dan bebas.

“Namun demikian, harus ada etika jurnalistiknya di media online. Ada pertanggungjawabannya. Baik dari segi kebenaran berita atau negatifnya muatan berita. Tentu hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagaimana menjaga agar citizen journalism tetap berada dala koridor etika jurnalistik yang berlaku,” jelasnya.

Sementara Ketua Dewan Kehormatan Perpenas Sonny T Danaparamita menyampaikan, agar penulis terhindar dari perbuatan yang melanggar. Penulis harus juga memami betul mengenai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pemerintah akan memberlakukan UU ITE jika ada pelanggaran etika jurnalistik,” kata Sonny yang juga Anggota DPR RI Dapil III jawa timur ini.

Kedepan, Sonny menambahkan, mahasiswa Untag Banyuwangi bisa membentuk UKM Jurnalistik sebagai wadah aspirasi dan kreasi mahasiswa.

“Dengan adanya UKM Jurnalistik ini, diharapkan nantinya bisa menghasilkan sebuah karya yang baik dan menghasilkan kader jurnalistik yang handal dan profesional,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan sertifikat dan buku karya Husnu Mufid yang berjudul “Masa Kecil Bung Karno Dan Orang Tuanya”.

Reporter : Fattahur/Fikri

Editor: Choiri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *