Melihat Wisata Pinus Songgon Dimasa Pandemi COVID-19

  • Whatsapp

Terpuruknya pelaku usaha kecil sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19.

KABAR RAKYAT – Curahan hati (Curhat) pedagang dan pengelola Wisata Pinus, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur yang terpapar sosial ekonomi, karena pandemi corona virus disease 2019 atau COVID-19.

Sejak ancaman mematikan COVID-19, diumumkan pemerintah pusat, 2 Maret 2020 lalu, bahwa virus corona menjadi ancaman masif pada populasi manusia.

Serta susulan kebijakan pemerintah pada seluruh daerah untuk menangkal penyebaran virus corona ini agar tidak menyebar luas, dengan cara membatasi aktvitas dan kegiatan berkumpul baik di instansi maupun tempat umum lainya.

Kebijakan pemerintah untuk menutup seluruh tempat wisata atau destinasi. Termasuk di Banyuwangi, baik milik pemerintah, swasta atau wisata yang berbasis pemberdayaan.

Hal ini dilakukan, agar tidak semakin terpaparnya masyarakat oleh COVID-19 semakin luas.

Baca: Asistensi Pamatwil Polda Jatim Cek Kampung Tangguh di Banyuwangi

Evek corona sangat begitu terasa, bagi usaha kecil. Salah satunya para pedagang di destinasi, Wisata Pinus, Songgon yang jumlahnya kurang lebih 33 orang pedagang makanan dan minuman serta Oleh Oleh Khas Wisata Pinus dan makanan khas Banyuwangi.

Rumah Wisata Alam Pinus Songgon Ft. TravelPromo

“Saya sudah tidak bisa berjualan, sejak tiga bulan lalu. Sejak wisata ditutup karena pandemi Covid-19,” ungkap Mbok Sujiah, pedagang kopi di Wisata Pinus, Songgon.

Mbok Sujiah, pedagang kecil yang tekun, sejak tiga tahun Wisata Pinus, berdiri hingga kini mengaku sedih sejak virus corona, mengganggu sosial ekonomi mereka.

Baca: DPRD Bersama Eksekutif Rakor Penerapan New Normal di Banyuwangi

Maklum saja, Mbok Sujiah, bertahan hidup dari kunjungan para traveler atau survivor alam dan wisatawan yang datang ingin menikmati alam dan udara segar Wisata Pinus, Songgon.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *