Nelayan Pantai Selatan Banyuwangi Gelar Petik Laut di Rajegwesi

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Nelayan Pantai Selatan Banyuwangi, Jawa Timur momentum bulan Suro, menggelar ritual petik laut di Pantai Rajekwesi Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Selasa (1/9).

Hadir dalam acara tradisi nelayan itu, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pesanggaran, sejumlah kepala desa di Pesanggaran, perwakilan perusahaan tambang emas BSI, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kepala Desa Sarongan, Gunoto mengatakan tujuan utama kegiatan petik laut sebagi ungkapan rasa syukur warga pada Tuhan YME atas limpahan hasil laut yang diterima nelayan.

Baca: Partai Golkar Tanpa Mahar Siap Amankan dan Menangkan Arifin-Natanegara

Tradisi leluhur nelayan ini, terus akan dilestarikan. Karena laut adalah bagian dari alam yang selalu terus menerus menghasilkan potensi kehidupan masyarakat nelayan setempat.

Masyarakat menyajikan sesaji yang berisi kepala kambing, hasil bumi dan laut, serta emas perhiasan. Sesaji diangkut menggunakan perahu mini dan selanjutnya dilarung ke tengah laut.

Seperti biasa, dalam tradisi petik laut, disajikan berbagai hiburan tarian tradisi nelayan di Banyuwangi.

Baca: 7 Anggota Brigade Penolong 13.10 Pramuka Kwarcab Banyuwangi Dikukuhkan

“Selama setahun ini, masyarakat nelayan sudah mendapat nikmat dari Allah SWT, berupa hasil laut yang melimpah. Ini (Petik Laut) sebagai rasa syukur kita. Sekaligus melestarikan tradisi para leluhur,” kata Kades Sarongan Gunoto.

Kata, gunoto Perayaan Petik Laut tahun ini, memang berbeda dengan tahun sebelumnya, mengingat saat ini terjadi ‘pagebluk’ COVID-19 yang mengancam keselamatan masyarakat.

“Ini sekaligus untuk tolak balak, agar masyarakat Banyuwangi, khususnya Desa Sarongan terhindar dari Corona. Kita juga memanjatkan doa kepada Tuhan agar pandemi COVID-19 segera berakhir,” panjatnya.

Tak lupa, dalam pelaksanaan ritual Petik Laut kali ini, seluruh masyarakat yang hadir harus melaksanakan protokol kesehatan ketat.

Baca: Menu Bebek Goreng Warung Tenda ‘Kurnia’ Terasa Resto Bintang Lima

Mulai dari menggunakan masker, cuci tangan, dan lain sebagainya.Semua yang terlibat ritual pasti memakai masker.

Sementara Tosin, salah satu pegiat pariwisata di pantai Sarongan menyampaikan, Petik Laut ini selain untuk melestarikan tradisi nenek moyang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain memiliki panorama pantai dengan hamparan samudera yang bagus wisatawan juga bisa menikmati ragam budaya dan tradisi leluhur yang tetap terjaga dan lestari.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *