Pegiat Kopi dan Wisata Songgon Gagas Kemah Kopi New Normal Life

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Komunitas Pegiat Kopi Songgon bertumbuh seirama dengan geliatnya pariwisata Banyuwangi. Gagasan event kemah kopi diusung UMKM di wisata Green Gumuk Candi, destinasi yang menawarkan view dari ketinggian.

Gagasan Festival Kemah Kopi (Kopi Camp) yang dimotori beberapa insan pegiat kopi Songgon, pegiat outbound dan pelaku usaha wisata Songgon bakal dikemas apik.

“Kopi camp ini maksud dan tujuanya adalah mengangkat potensi Songgon melimpah. Selama ini hanya durian Songgon yang sudah familier,” ungkap Cak Ribut pegiat kopi Songgon.

Letak demografi Songgon di ketinggi 600 – 800 mdpl menjadikan daerah ini sangat potensial di kelola untuk kebun buah terlebih perkebunan kopi. Dengan kultur tanah yang mendukung beberapa fariant kopi Jenis Eselsa, liberika Robusta tumbuh subur dan berbuah lebat. Pontensi ini telah dibudidayakan secara alami oleh petani Songgon lebih ratusan tahun silam.

” Melihat potensi ini sangat menarik bagi kami pegiat wisata dan pegiat kopi termasuk pegiat outbond untuk mengemasnya menjadi sebuah festival. Even ini diharapkan merangsang kreativitas petani dan pelaku UMKM”, ungkap Hariyanto pegiat outbound Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur.

Mengusung model outbond kegiatan kemah kopi akan memberikan suasana yang berbeda. Pengunjung dan penikmat kopi bakal merasakan atmosfir kopi yang sesungguhnya.

“Festifal kemah kopi akan kami kemas dengan beberapa aktifitas yang unik dengan perpaduan kemah di kebun kopi, belajar kopi (edukasi tanam dan olah kopi), mencicipi seduhan kopi bareng-bareng. Peserta outbond kemah kopi bakal merasakan taste kopi khas Songgon bernuasa alam”, kata Hariyanto.

Harapan-nya ” Kemah Kopi” menjadi lompatan baru dalam memasarkan produk kopi Songgon dan hasil kreativitas UMKM lainya. Produksi kopi Songgon mencapai 71 ton setiap musim panen namun belum sepenuhnya terserap pasar.

Meski masih tataran konsep namun sejumlah pelaku UKM dan penggiat usaha Pariwisata di Songgon menyatakan siap mengeksekusi.

” Even kemah kopi tetap mengedepankan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid -19. Sejumlah pengamat kopi dan pengusaha Kopi menyatakan siap hadir menjadikan kegiatan ini semakin menarik”, pungkas Yusuf Dany pegiat wisata songgon.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *