Pemkab Siapkan Laporan Online Warga Banyuwangi Tak Terdata Bansos Covid-19

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Pemkab Banyuwangi menyiapkan sistem pelaporan berbasis dalam jaringan (daring) online untuk warga terdampak Covid-19 yang belum menerima skema bantuan dari pusat, provinsi, maupun kabupaten.

”Nanti sistemnya warga bisa melaporkan dirinya sendiri, atau melaporkan tetangga atau warga lain yang dinilai perlu dibantu,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas meninjau distribusi paket sembako dari APBD untuk 12 Desa di Kecamatan Genteng dan Sempu, Kamis (7/5/2020).

Anas mengatakan, berkaitan dengan pandemi Covid-19, pemerintah pusat, Pemprov Jatim, dan Pemkab Banyuwangi telah menyalurkan berbagai skema bantuan.

Semuanya menjangkau 193.000 kepala keluarga (KK) yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Banyuwangi.
Bahkan, jumlah penerima bantuan melebihi DTKS alias sudah memasukkan warga terdampak non-DTKS.

”Semua yang ada di DTKS sudah dibagi habis dengan program keroyokan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, bahkan kuotanya berlebih. Sehingga warga terdampak non-DTKS juga sudah masuk. Semua data terintegrasi di sistem Smart Kampung, by name by address by NIK,” ujarnya.

Misalnya, ada warga yang hari ini masih punya sumberdaya ekonomi, bisa dimungkinkan dua pekan lagi sudah kesulitan.

Kemudian, ada pula yang kadang salah paham. Misalnya, sudah ditetapkan sebagai penerima Program A tapi memang belum waktunya cair, kemudian melihat warga lain sudah terima Program B, lalu protes.

“Ini karena memang penyaluran bantuan memang tidak berbarengan, tapi sudah lebih dari 193.000 KK masuk skema bantuan,” ujar Anas.

Dia mengatakan, untuk kasus-kasus data dinamis, tidak usah saling menyalahkan, apalagi menyalahkan kades, lurah, atau RT/RW.

”Kita memahami data sangat dinamis. Maka daripada saling menyalahkan, mari dilaporkan ke sistem yang sedang disiapkan,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *