Penjelasan Sonny T. Danaparamita Perihal Sikap Tegak Lurus PDIP terkait Kandidat Pilkada

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Opini berkembang bahwa “adanya provokasi-provokasi yang menyatakan jika sikap tegak lurus terhadap keputusan partai adalah sama dengan sikap tidak merdeka” (dikutip dari surat resmi dikirim Sonny T. Danaparamita/Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI) sebagai pokok pikiran dan pernyataan sikapnya terkait Pilkada Kabupaten Banyuwangi.

Berikut penjelaskan kader PDIP juga anggota DPR RI dari Dapil Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo itu.

Menyampaikan beberapa pokok pikiran dan pernyataan sikap terkait Pilkada Kabupaten Banyuwangi.

Baca: Bondowoso dan Banyuwangi Kompak Ajukan Geopark National Ijen Ke UNESCO

Pilkada serentak 2020 yang pemungutan suaranya akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 telah memasuki tahapan-tahapannya. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyuwangi sesuai dengan Peraturan KPU No. 5 Tahun 2020 juga telah menjadwalkan masa pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 4 hingga 6 September 2020 nanti.
Sebagai Partai pemenang pemilu, PDI Perjuangan sebagai Partai yang telah berhasil memenangkan dua kali berturut-turut dalam kontestasi pemilukada di Kabupaten Banyuwangi juga telah mempersiapkan diri guna memberikan yang terbaik bagi kabupaten yang berjuluk Sunrise of Java ini.
Keberhasilan PDI Perjuangan memenangkan Bupati Abdullah Azwar Anas, serta keberlanjutannya dalam sinergitas 3 pilar Partai di Kabupaten Banyuwangi dalam dua periode kepemimpinan telah terbukti membawa Kabupaten Banyuwangi mendapatkan berbagai prestasi dan penghargaan (baik pada tingkat nasional maupun internasional).

Baca: Rem Blong Truk Tebu Terguling di Kalilegi, Akses Blitar-Malang Tertutup

Dan berbagai prestasi serta kemajuan tersebut tentu tidak terlepas dari dukungan seluruh lapisan masyarakat atas program, kinerja, dan gaya kepemimpinan Abdullah Azwar Anas dalam membangun Banyuwangi. Artinya, Masyarakat Banyuwangi SANGAT COCOK dengan visi,misi, program, serta  leadership dari Abdulllah Azwar Anas.
Sebagai Partai ideologis yang lahir dari rahim rakyat, PDI Perjuangan menangkap dengan jelas aspirasi dan suasana kebatinan yang ada pada masyarakat tersebut. Kepemimpinan ala Abdullah Azwar Anas adalah model kepemimpinan yang diinginkan oleh masyarakat sekaligus yang dapat membawa Banyuwangi menjadi maju seperti saat ini.
Dan akhirnya, berdasar atas berbagai pertimbangan ideologis, politis, dan sosiologis  (baik hasil survey, usulan Struktural Partai maupun Kader, serta masukan-masukan dari berbagai pihak yang sesuai dengan mekanisme yang telah diatur oleh Partai), maka PDI Perjuangan melalui surat bernomor : 1659/IN/DPP/VII/2020 telah menetapkan pasangan IPUK FESTIANDANI ANAS – H. SUGIRAH sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari PDI Perjuangan.

Baca: Gubernur Khofifah : Mari Gerakkan Diversifikasi Pangan Lokal

Dengan telah dikeluarkannya Surat Rekomendasi tersebut, maka wajib hukumnya bagi setiap Kader maupun Anggota PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi untuk mengamankan dan memenangkan paslon tersebut (IPUK FESTIANDANI ANAS – H. SUGIRAH) hingga terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.
Sebagai Kader Partai, saya mengajak kepada semua Simpatisan, Anggota, dan Kader PDI Perjuangan untuk melaksanakan instruksi Partai ini dengan setegak-tegaknya dan selurus-lurusnya.
Saya meyakini bahwa “adanya provokasi-provokasi yang menyatakan jika sikap tegak lurus terhadap keputusan partai adalah sama dengan sikap tidak merdeka” tidak akan dapat mengganggu dan menghilangkan loyalitas dan komitmen dari setiap Kader dan Anggota PDI Perjuangan. Sebagai aktivis Partai, seluruh Anggota dan Kader PDI Perjuangan telah bersumpah akan mengutamakan kepentingan umum dan taat pada tujuan dan keputusan Partai. Dengan merdeka kita telah mengikrarkan diri sebagai keluarga besar PDI Perjuangan. Dan dengan merdeka pula kita akan loyal dan komit pada keputusan PDI Perjuangan.

Baca: Demokrat Usung Yusuf Widyatmoko – Gus Riza Blokagung, Siapa Parpol Koalisinya?

Sebagai analogi: Sebebas apapun seseorang yang telah menjadi WNI wajib patuh dan taat pada UUD NRI.
Demikian juga dalam konteks beragama. Kita semua bebas memilih agama, namun ketika kita sudah membaca dua kalimat syahadat maka kita wajib menjalankan seluruh perintahNya dan menjauhi seluruh larang-laranganNya. Kita wajib menjadi muslim yang kaffah.  
Bagi saya (yang dibesarkan melalui proses kaderisasi di PDI Perjuangan), berpolitik adalah membangun peradaban. Bicara Politik adalah bicara tentang komitmen. Berpolitik adalah berbicara tentang komitmen membangun bangsa dengan segala peradabannya. Dan membangun peradaban tidak akan pernah berhasil jika kepentingan diri sendiri selalu menjadi pertimbangan utamanya. Oleh karena itu, sangat tidak etis dan merupakan sebuah pengingkaran atas sumpahnya sendiri jika ada Kader PDI Perjuangan yang karena kepentingan diri pribadinya menginginkan jadi Bupati tiba-tiba berangkat dari Partai yang berbeda.

Baca: Gubernur Khofifah : Mari Gerakkan Diversifikasi Pangan Lokal

Terhadap berita terakhir yang menyatakan bahwa saudara Yusuf Widyatmoko telah mengajukan sebagai calon Bupati dan telah menerima rekomendasi dari Partai lain, secara organisatoris/kepartaian adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. Untuk itu, sesuai dengan hak dan kewajiban saya, saya akan segera melaporkan sekaligus mengusulkan kepada DPP Partai agar yang bersangkutan dijatuhi sanksi pemecatan.
Sekali lagi, mari berholobis kuntul baris untuk terus memajukan Kabupaten Banyuwangi dengan memenangkan pasangan calon IPUK FESTIANDANI ANAS – H. SUGIRAH menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.
“Demikian beberapa pokok pikiran dan pernyataan sikap ini”.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *