Politisi PKS Minta Penerapan New Normal Dalam Dunia Pendidikan Ditunda, Ini Alasannya

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Politisi PKS, Sri Wahyuni, anggota DPRD Banyuwangi minta pemerintah daerah untuk menunda penerapan skema New Normal di masa pandemi Covid-19 dalam dunia pendidikan.

“Untuk dunia pendidikan, harapan kami Pemerintah menunda dulu penerapan new normal , hingga tren kasus positif covid-19 menurun,“ ucap Sri Wahyuni saat dikonfirmasi Kabar Rakyat, Jum’at (29/05/2020).

Menurut politisi perempuan PKS asal daerah pemilihan Banyuwangi IV ini, penerapan new normal untuk lembaga penyelenggara pendidikan jika dilaksanakan tanpa kajian dan persiapan yang matang justru di khawatirkan dapat memicu lonjakan kasus positif covid-19 semakin meningkat.

“Jika new normal dunia pendidikan diterapkan, saya khawatir sekolah malah menjadi klaster baru penyebaran covid-19, dampaknya tidak main-main bagi keselamatan jiwa anak-anak,“ ungkapnya.

Skema new normal bakal sulit diterapkan di bidang pendidikan Kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka antara guru dengan siswa wajib menjaga jarak maka dibutuhkan tambahan ruang kelas.

Baca: Kabaharkam Apresiasi Kampung Tangguh Covid-19 Polda Jatim

Baca: 74 Desa di Bondowoso Belum Salurkan BLT DD Tahap Pertama

Demikian pula dengan penegakan protokol kesehatan untuk anak-anak seusia Sekolah Dasar (SD) akan lebih sulit karena mereka masih senang bermain, bercengkrama dengan teman-teman sekolahnya. Dan potensi penularan covid-19 semakin besar.

“Intinya Pemerintah daerah jangan terburu-buru menerapkan new normal dunia pendidikan, utamakan keselamatan anak-anak sebagai penerus bangsa,“ pinta Sri Wahyuni.

Namun kata Sri Wahyuni, tidak selamanya Pemerintah terus menerus menutup proses kegiatan belajar mengajar di sekolah hingga menunggu nol kasus positif covid-19.

Paling tidak pemerintah daerah mengkaji lebih dalam, kapan waktu yang tepat ketika kurva penularan dirasa sudah aman.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *