Polresta Banyuwangi Bekuk Pasutri Spesialis Pencurian Motor

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Pasangan suami isteri (pasutri) spesialis pencurian kendaraan bermotor berhasil diciduk Resmob Polresta Banyuwangi. Salah seorang terdangka (sang suami) harus merasakan timah panas karena melawan saat hendak ditangkap.

“Kedua pelaku merupakan pasangan suami isteri. Sang suami berinisial AR (40) dan isterinya WJ (40) warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono,” ucap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Rabu 29 Juli 2020.

Kapolresta menyampaikan, terungkapnya sindikat curanmor ini berdasarkan laporan dari korban, warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro yang kehilangan kendaraan bermotornya.

“Berawal dari laporan korban inisial S telah kehilangan kendaraan pada tanggal 23 Juli 2029. Kita lakukan penyelidikan hingga akhirnya dua orang, pasangan isteri berhasil kita tangkap,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, pasutri ini sudah melancarkan aksi curanmor sebanyak 21 kasus. “Mereka ini merupakan bagian dari sindikat curanmor antar daerah. Di Banyuwangi sendiri ada 21 kasus di enam kecamatan berbeda. Total motor yang digasak tersangka mencapai 50 unit,” ucap Kapolresta Arman.

Menurut Arman, sebelum melancarkan aksinya, kedua tersangka berkeliling mencari target. Tersangka selalu mencari sasaran sepeda motor jenis Honda yang terparkir di halaman rumah.

Sepasang suami istri tersangkan Curanmor

“Awal pelaku diantar oleh istrinya mencari sasaran, setelah sampai di tempat tujuan selanjutnya istrinya pulang ke rumah,” sebutnya.

Sembari menunggu datangnya malam, tersangka AR mencari pondok yang berada di sekitar TKP. Saat tengah malam, tersangka berjalan kaki menuju rumah target sasaran. “Tersangka melompat pagar dan membuka kunci gembok pagar menggunakan kunci T,” ucap Arman.

Tersangka langsung membobol motor korbannya menggunakan kunci T. Setelah berhasil, tersangka mengeluarkan motor hasil curian dari pagar rumah korban dan langsung membawanya kabur.

Hasil motor curian tersebut, oleh tersangka langsung dibawa ke Lumajang untuk dijual ke seorang penadah berinisial T, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang). “Untuk jenis Scopy dihargai Rp. 3.500.000, untuk Vario dihargai Rp. 3.000.000, dan Honda Beat dihargai Rp. 2.500.000,” sebutnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *