Polresta Banyuwangi Bongkar Mafia Peretas Whatsapp dan Penipuan Omzet 1,2 M

  • Whatsapp

Tersangka 2 orang asal Surabaya dan 1 orang dari Sulawesi Selatan

KABAR RAKYAT – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil membekuk tiga orang anggota jaringan penipu dan peretas WhatsApp jaringan nasional, yang berhasil memberdayai korban hingga miliaran rupiah.

Ketiga tersangka tersebut berinisial SM alisa Poker beralamat Kota Surabaya, AM warga Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan dan AA warga Kota Surabaya.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes.Pol. Arman Asmara Syarifudin dalam keterangan pers mengatakan, dalam menjalankan aksinya, teman ketiga tersangka berinisial KR yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) meretas nomor WhatsApp milik pelapor.

Baca: PLN Peduli dan Pokdarwis Banyuwangi Melatih SDM Pariwisata New Normal

Baca: Pak Polisi Bersepeda di Alas Purwo Pertanda Kebangkitan Pariwisata

Kemudian dengan menggunakan nomor WhatsApp dan profil milik pelapor tersebut, KR meminta pinjaman uang kepada sahabat maupun kolega para pelapor.

Uang pinjamam para korban selanjutnya ditransfer ke nomor rekening Bank Mandiri dan BNI sesuai dengan permintaan KR.

“ Kita berhasil melakukan penelusuran kasus ini melalui patroli cyber bekerjasama dengan Subdit Cyber Crime Polda Jatim yang kemudian dengan penuh kehatian-hatian melakukan penyelidikan lebih lanjut , “ ucap Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifudin.

[the_ad id=”29596″]

Berdasarkan hasil penyelidikan, akhirnya Polresta berhasil mengungkap kasus ini dengan berbagai macam nomer rekening dengan modus operandi retas WhatsApp.

Tiga tersangka. Sejumlah nama masih dalam pengejaran setelah masuk DPO Reskrim Polresta Banyuwangi.

Dari hasil pengembangan, sejak tahun 2019 lalu hingga bulan Juni 2020, jumlah rekening yang dimiliki tersangka SM alisa Poker dan KR sebanyak 45 rekening dari berbagai Bank.

Baca: Nomor WA Kasubag Humas Polresta Banyuwangi di Hack Pelaku Kriminal

Baca: Kapolresta Banyuwangi: Jangan Terprovokasi Pihak Ketiga Berkait Kriminal

“ Total transaksi dari pertengahan tahun 2019 hingga bulan Juni 2020 nilainya sebesar Rp. 1,2 miliar, sindikat ini pelakunya ada 17 orang, 3 tertangkan, 14 DPO dengan 13 wilayah kerja se Indonesia , “ ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *