Polresta Banyuwangi Tahan Ketua LSM GMBI Terkait Kasus Penganiayaan Dokter

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Proses hukum kasus penganiayaan tenaga medis RSUD Blambamgan oleh oknum LSM GMBI Banyuwangi berlanjut. Berdasarkan alat bukti Ketua LSM GMBI dinyatakan sebagai tersangka dan ditahan untuk mempermudah penyidik dalam proses pemeriksaan tersangka.

Kasus dugaan kekerasan oleh Subandik Ketua GMBI Banyuwangi menyeret dirinya menjadi tersangka. Ia dilaporkan ke pihak Polresta Banyuwangi oleh dr. M. Kaharuddin Mirzani karena merasa dianiaya oleh Subandi saat berdinas di ruang instalasi gawat darurat RSUD Blambangan (27/7) lalu.

Terkait kasus yang dilaporkan ini ketua LSM GMBI Subandi memenuhi panggilan penyidik Polresta Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan. Kehadiran Subandi nampaknya mendapat suport dari puluhan anggota LSM GMBI. Mereka menunggu proses penyidikan hingga malam di depan Mapolresta Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes.Pol.Arman Asmara Syarifuddin kepada sejumlah awak media menjelaskan, terlapor dalam kasus ini dinyatakan sebagai tersangka kasus penganiayaan atau tindak kekerasan terhadap petugas medis di RSUD Blambangan.

” Tersangka kami tangkap dan ditangani Polda Jatim terkait dugaan penganiayaan petugas medis. Dalam kasus ini tindakan tersangka sudah dilengkapi dua alat bukti termasuk keterangan para saksi. Tindak pidana yang dikenakan diancam pasal 170 jo 351 jo 214 KUHP dengan sanksi hukuman penjara 8 tahun”, tegas Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifudin, S.H, S.I.K, M.H, Senin (3/8/2020).

Menurut Kapolresta Banyuwangi upaya penahan dilakukan Penyidik dalam rangka memudahkan proses penyidikan dugaan tindak pidana penganiayaan oleh tersangka Subandik.

Ada sepuluh saksi yang sudah memberikan keterangan kepada penyidik terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan tersangka.

Seperti berita sebelumnya, Subandik sebelum kejadian penganiayaan mengantar warga yang sakit dan perlu tindakan cepat medis. Pada malam kejadian Subandik merasa pelayanan instalasi gawat darurat RSUD Blambangan tidak profesional.

Kondisi itu yang mancingnya emosi dan menumpahkan kekesalan-nya kepada dr. M. Kaharuddin Mirzani yang tengah bertugas.

” Kami kecewa terhadap pelayanan medis RSUD Blambangan yang menyatakan pasien yang kami bawa dalam kondisi baik-baik saja dan di keluarkan dari ruangan. Padahal kondisinya perlu tindakan medis saat itu muntah darah,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *