Polsek Pesanggaran Tengahi Polemik Tambang Emas Tanpa Ijin

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Kapolsek Pesanggaran pertemukan dua kubu silang pendapat antara kelompok penambang tanpa ijin (Pati) dengan warga anggota LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) binaan Perhutani Banyuwangi Selatan.

Kedua belah pihak dipertemukan, di Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Banyuwangi. Warga menolak adanya tambang emas liar yang ada di petak 56 Desa Pesanggaran, Banyuwangi.

Baca: Bondowoso Panen Raya Jagung Hibrida Betras 1

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Pesanggaran AKP Subandi mengatakan warga menolak ada pertambangan emas tanpa ijin dengan cara menggunakan mesin Dompeng.

Pasalnya, aktifitas tambang liar menggunakan mesin Dompeng limbahnya masuk ke sungai Gonggo.

Baca: GMNI Tolak Perluasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen

“Permasalahan warga tolak tambang emas tanpa ijin dan penggelola tambang emas sendiri sudah sepakat dan saling menjaga kondusifitas keamanan,” jelas AKP Subandi.

Penambang emas tanpa ijin menggunakan mesin di Petak 56

Salah satu kesepatakannya, pihak penambang emas tanpa ijin harus mengeluarkan seluruh mesin Dompeng dari lokasi lahan Petak 56.

Baca: Bupati Trenggalek Harap Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan COVID-19 Lebih Humanis

Warsito, perwakilan warga tolak tambang emas tanpa ijin mengatakan, aktifitas mereka sudah merusak ekosistem lahan perhutani dan tanaman milik petani.

“Apa lagi, hasil pengelolaan tambang emas liar limbah masuk ke saluran sungai Gonggo,” ungkap Warsito.

Baca: HKTI Banyuwangi Siapkan Program Penguatan Modal Petani Kopi 

Kalau tambang emas yang manual, kata Warsito, para petani hutan tidak mempermasalahkan aktifitas mereka.

Pihak penambang emas dengan mesin, diwakili Suko, Ketua KTH (kelompok tani hutan) Pesanggaran mengklaim pihaknya mengelola sekitar 10 hektar lahan Perhutani. Lebih dari itu kami tidak berani melanggar.

Baca: Plt Bupati Sidoarjo Wafat, Gubernur Khofifah Sampaikan Belasungkawa Mendalam

“Padahal para petani yang juga anggota KTH sudah kami rapatkan tidak ada permasalahan sama sekali. Namun ada saja orang yang menggangu para penambang emas liar tersebut. Para penambang baru kerja 1 bulan lebih,” ungkap Suko.

Dengan adanya kesepakatan bersama ditengahi Kepolisian, Polsek Pesanggaran pihaknya mengikuti kesepakatan itu.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *