Raperda Baru Usulan Eksekutif Diparipurnakan DPRD Banyuwangi

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar III Rancangan peraturan daerah (Raperda), Kamis (23/07/2020).

Tiga rancangan produk hukum daerah usulan eksekutif tersebut antara lain, Raperda tentang Kepemudaan, Raperda tentang Pemberdayaan Kebudayaan dan Kearifan Lokal serta Raperda tentang perubahan kedua Perda No.14 tahun 2011 tentang Retribusi Perijinan Tertentu.

Rapat paripurna digelar secara virtual mengunakan aplikasi zoom dan dipimping Wakil Ketua DPRD, Michael Edy Hariyanto serta dihadiri 33 anggota dewan. Sedangkan Bupati Anas, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekretaris Daerah, Mujiono beserta jajaran SKPD mengikuti rapat dari Aula Rempeg Jogopati Kantor Pemkab Banyuwangi.

Bupati, H. Abdullah Azwar Anas saat membacakan nota pengantar tiga Raperda menyampaikan, tujuan dari disusunnya Raperda kepemudaan untuk mewujudkan pemuda yang berkepribadian, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Berakhlak mulia,sehat,cerdas,kreatif, inovatif,mandiri, demokratis, bertanggungjawab,berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilaksanakan dalam bentuk pelayanan kepemudaan.

“ Pemerintah daerah mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan kebijakan nasional serta menetapkan dan melaksanakan kebijakan dalam rangka menyelenggarakan pelayanan kepemudaan,” jelasnya.

“ Pemerintah daerah juga bertanggungjawab melaksanakan pembinaan, penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan potensi pemuda berdasarkan kewenangan dan tanggungjawabnya sesuai karakteristik dan potensi daerah,“ ucap Bupati Anas.

Kemudian maksuddan tujuan disusunnya Raperda tentang pemberdayaan kebudayaan dan kearifan lokal adalah sebagai  acuan pembangunan daerah menuju kearah kemajuan adab, budaya dan persatuan untuk mempertinggi derajat kemanusiaan masyarakat di daerah.

“ Sebagai acuan bagi Pemerintah daerah, lembaga Kemasyarakatan, Organisasi Kemasyarakatan dan Pemangku Kepentingan terkait lainnya dalam mewujudkan peran aktif dan kemandirian masyarakat bidang seni dan budaya,“ ucap Bupati Anas .

Pemberdayaan kebudayaan dan kearifan lokal bertujuan, diantaranya  untuk melindungi dan mengamankan kebudayaan dan kearifan lokal di Kabupaten Banyuwangi agar tidak punah atau diakui sebagai budaya dan adat  istiadat oleh daerah/negara lain.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *