Reskrim Kantongi 14 Nama Masuk DPO Kepolisian

  • Whatsapp

Jaringan Peretas Whatsapp dan Penipuan Masih Gentayangan Cari Mangsa

KABAR RAKYAT – Kepolisian berkerja keras mengembangakan dugaan kasus peretas whatsapp dan penipuan dilakukan oleh tiga tersangka asal Surabaya dan Sulawesi Selatan yang ditahan Polresta Banyuwangi.

Satuan Reskrim Polresta Banyuwangi dan Tim Ciber Crime Polda Jawa Timur akan memburu 14 identitas jaringan dari tiga tersangka SM alisa Poker beralamat Kota Surabaya, AM warga Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan dan AA warga Kota Surabaya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin didampingi Kasat Reskrim AKP. M. Solikin Fery, SIK dalam keterangan pers di Mapolres, kemarin, (30/6), masih ada 14 orang yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.

“Dalam aksinya, ketiga pelaku ini dibantu seorang hacker berinisial KR, termasuk 13 pelaku lainnya berperan pencari rekening yang hingga kini masih dalam DPO,” kata Kombes Pol. Arman Asamara Syarifudin.

Lanjut, Kombes Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya 16 laporan warga yang masuk ke Polresta Banyuwangi. Para korbannya ini rata-rata awalnya dihubungi pelaku diminta untuk mengirimkan ulang kode yang masuk lewat sms di nomor handphonenya.

Padahal kode tersebut adalah kode aktifasi untuk mengalihkan nomor WhatsApp para korbannya. Sehingga, jika kode yang diminta pelaku dikirim kembali, maka seketika nomor WhatsApp korbannya itupun berhasil diretas.

Setelah berhasil diretas, nomor WhatsApp korbannya ini disalahgunakan komplotan pelaku ini untuk menelpon teman atau kerabat korban.

Komplotan ini menipu para teman atau kerabat korbannya dengan membuat beberapa skenario. Ada yang mengaku sebagai petugas polisi, pejabat, dan lain sebagainya yang ujung – ujungnya meminta transferan sejumlah uang.

“Komplotan ini sudah meraup uang Rp. 1,2 miliar dari aksi penipuan mereka selama satu tahun terakhir,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *