Satu Tenaga Kesehatan Banyuwangi Positif Terinfeksi Corona

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Seorang tenaga kesehatan di Kabupaten Banyuwangi terkonfirmasi positif Covid-19. Orang tanpa gejala (OTG) ini, dinyatakan sebagai pasien 09. Setelah sebelumnya di rapid test bersama 23 tenaga medis lain beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, MM.Kes dalam rilis dan dikonfirmasi langsung Kabar Rakyat, Sabtu, 30 Mei 2020.

pasien terbaru atau pasien 09. Pasien tersebut adalah seorang tenaga kesehatan, yang juga memiliki kontak erat dengan pasien 03, yaitu seorang tenaga kesehatan dari klaster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Surabaya.

Dilanjutkan Rio, pasien 09 ini adalah salah seorang tenaga kesehatan yang mengikuti rapid test massal untuk tenaga kesehatan pada 19 Mei 2020. Pasien tersebut adalah satu dari 23 tenaga kesehatan yang saat itu hasil rapid test-nya reaktif.

“Kepada 23 tenaga medis ini, saat itu kita ambil swab untuk diuji di Surabaya. Hasilnya, ada satu yang dinyatakan positif sebagai pasien 09. Sedangkan 22 orang lainnya negatif,” kata Rio.

Rio menambahkan, kondisi pasien 09 secara klinis baik, sehingga yang bersangkutan bisa dikatakan sebagai OTG (orang tanpa gejala).

Baca: Kabar Baik, Pasien 07 asal Siliragung Banyuwangi Negatif Covid-19

“Meski begitu, kami isolasi pasien di RSUD Genteng. Kemudian akan terus dilakukan treatment, dan dalam waktu dekat kita uji swab lagi,” kata Rio.

Namun begitu, dr, Rio juga mengabarkan ada satu orang, yaitu Pasien 07 yang merupakan warga Kecamatan Siliragung, dinyatakan sembuh.

“Pasien tersebut sudah dilakukan uji swab yang kedua dan ketiga, hasilnya negatif semua. Dengan demikian, jumlah pasien yang sembuh di Banyuwangi ada dua orang dari total 9 kasus positif saat ini. Ada satu meninggal, dan enam lainnya dalam perawatan,” paparnya.

Dengan adanya tenaga kesehatan yang terpapar virus corona, Rio meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir berlebihan bila akan berobat ke fasilitas kesehatan. Puskesmas maupun rumah sakit telah memiliki protokol keamanan kesehatan.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *