Tawarkan Pijat Plus-Plus, Warga Cluring Dijerat Pasal Berlapis

  • Whatsapp

KabarRakyat – Pria berinisial WA (43) asal Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi dicokok polisi lantaran menyediakan layanan pijat plus-plus yang dipasarkan melalui media sosial Twitter.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, kasus tersebut terungkap usai polisi melakukan patroli di dunia maya dan menemukan postingan di akun Twitter milik pelaku WA pada 27 Maret 2020 lalu.

“Di akun Twitter pelaku ditemukan kejanggalan, ada postingan penawaran jasa pemijatan dan foto berkonten pornografi,” kata Arman saat pers rilis pada Senin petang (13/4/2020) kemarin.

Kemudian, lanjut Arman, polisi melakukan penyelidikan mendalam dan menangkap dan mengamankan pelaku.

Hasil pemeriksaan, kata Arman, pelaku awalnya memposting foto berkonten pornografi dan menawarkan jasa pemijatan. Sasarannya adalah laki-laki penyuka sesama jenis atau Gay.

Setelah mendapatkan bokingan, pelaku melancarkan bisnis esek-eskenya. “Pelaku mematok Rp. 200 ribu terhadap orang yanglalu membokingnya,” ungkapnya.

perbuatan pelaku dijerat Pasal 45 JO Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 UU RI No 4 tahun 2008 tentang Pornografi. Dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *